:: Koran DIGITAL Masyarakat Mojo Surabaya Jawa Timur ::

Sabtu, 16 Juni 2012

DAUN SENDOK


Sinomim : P.asiatica, Linn. = P.crenata, Blanco. = P.depressa, Willd. = P.erosa, Wall. = P.exaltata, Horn. = P.hasskarlii Decne. = P.incisa, Hassk. = P.loureiri, Roem. et Schult. = P.media, Blanco.

Disebut juga: Ki urat, ceuli, c. uncal (Sunda), meloh kiloh, otot-ototan,; Sangkabuah, sangkabuah, sangkuah, sembung otot,; suri pandak (Jawa). daun urat. daun urat-urat, daun sendok,; Ekor angin, kuping menjangan (Sumatera). ; Torongoat (Minahasa). ; Che qian cao (China), ma de, xa tien (Vietnam),; Weegbree (Belanda), plantain, greater plantain, ; Broadleaf plantain, rat’s tail plantain, waybread,; White man’s foot (Inggris)1.

1.Pendahuluan

Daun sendok merupakan gulma (tidak diinginkan, karena dapat menurunkan produksi tanaman) di perkebunan teh dan karet, atau tumbuh liar di hutan, ladang, dan halaman berumput yang agak lembap, kadang ditanam dalam pot sebagai tumbuhan obat. Tumbuhan ini berasal dari daratan Asia dan Eropa, dapat ditemukan dari dataran rendah sampai ketinggian 3.300 m dpl. Tumbuhan obat ini tersebar luas di dunia dan telah dikenal sejak dahulu kala serta merupakan salah satu dari 9 tumbuhan obat yang dianggap sakral di Anglo Saxon1.

2.Kandungan fitokimia

Daun sendok mengandung: plantagin, aukubin, asam ursolik, beta-sitosterol, n-hentriakontan, dan plantagluside yang terdiri dari methyl D-galakturonat, D-galaktosa, L-arabinosa dan L-rhammosa. Juga mengandung tanin, kalium dan vitamin (B1, C, A)1. Dalam literatur yang lain, disebutkan juga mengandung: polisakarida, lipid, turunan asam kafein, flavonoid, glikosida iridoid, terpenoid, dan sedikit alkanoid2,6.

Sedangkan biji daun sendok mengandung : asam planterolik, plantasan (dengan komposisi xylose, arabinose, asam galacturonat dan rharnnose), protein, musilago, aucubin, asam suksinat, adenin, cholin, katalpol, syringin, asam lemak (palmitat, stearat, arakidat, oleat, linolenat dan lenoleat), serta flavanone glycoside1,3,4,5.

Adapun akar daun sedok mengandung: mengandung naphazolin1.


3.Kegunaan medis

Sebagai obat tradisional daun sendok biasa dipakai1,3,4,5,6 :

3.1.untuk mengatasi keluhan akibat gangguan saluran cerna

3.1.1.nyeri lambung (daun atau biji)

3.1.2.diare (daun atau biji)

3.1.3.cacingan (daun atau biji)

3.2.untuk mengatasi keluhan akibat gangguan hepar

3.2.1.hepatitis (daun atau biji)

3.2.2.batu empedu (daun atau biji)

3.3.untuk mengatasi gangguan saluran nafas

3.3.1.batuk

3.3.2.batuk darah (hemoptisis), menyetop perdarahan

3.4.untuk mengatasi gangguan saluran kencing dan alat kelamin

3.4.1.nyeri waktu kencing (disuria)

3.4.2.melancarkan kencing

3.4.3.batu disaluran kencing

3.4.4.menambah gairah seks (afrodisiak) (biji)

3.4.5.keputihan (leukore) (akar)

3.5.untuk mengatasi gangguan persendian dan otot

3.5.1.nyeri otot (daun atau biji)

3.5.2.nyeri persendian (daun atau biji)

3.6.untuk mengatasi gangguan kulit

3.6.1.luka dan perdarahan pada kulit

3.6.2.infeksi kulit

3.6.3.kena air panas

4.Cara membuat sediaan

Daun sendok yang sudah dikeringkan sebanyak 10 – 15 g atau yang masih segar sebanyak 15- 30 g direbus dengan satu liter air dijadikan sepertiga liter, lalu diminum airnya. Bisa juga daun sendok yang masih segar ditumbuk lalu diperas dan disaring untuk diminum. Untuk pemakaian bijinya, siapkan 10 – 15 g biji daun sendok, ditumbuk, lalu direbus dan diminum airnya, setelah disaring. Untuk pemakaian luar, daun segar dipipis atau digiling lalu dibubuhkan pada luka berdarah, tersiram air panas atau bisul, lalu dibalut1.

5.Penelitian

Banyak sekali penelitian tentang daun sendok yang dapat dibaca di internet, diantaranya adalah:

5.1.Dalam kepustakaan 7 ada daftar penelitian antara 1963 s/d 2007 yang diantaranya meneliti kandungannya, untuk mengatasi keracunan hepar, untuk mengatasi pengaruh keracunan 5-fluoro uracil pada usus tikus, sebagai obat luar, ada kemungkinan berperan dalam pengobatan HIV.

5.2.Percobaan menggunakan mencit untuk meneliti Daun Sendok sebagai analgesik (anti nyeri) dan anti radang8.

5.3.Percobaan mengunakan tikus, membuktikan bahwa ekstrak metanol dari biji Daun Sendok yang diberikan dengan injeksi, dapat melindungi hepar dari keracunan (CCL4) dan mempunyai efek anti inflamasi atau anti radang (inflamasi dibuat dengan injeksi Lambda-carrageenan)9.

5.4.Ekstrak menggunakan air dari Daun Sendok dapat menghambat perkembangan tumor Ehrlich ascites pada tikus percobaan10.

5.5.Flavonoid dalam Daun Sendok (luteolin-7-O-β-glucoside ) mempunyai potensi sebagai penghambat pertumbuhan sel kanker (cytotoxicity)11.

6.Efek samping

Daun sendok dapat mengganggu pengobatan untuk jantung koroner, pengobatan untuk mengencerkan dan melancarkan peredaran darah4.

7.Kepustakaan

1.http://www.iptek.net.id/ind/pd_tanobat/view.php?id=113

2.http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0378874100002129

3.http://id.wikipedia.org/wiki/Daun_sendok

4.http://en.wikipedia.org/wiki/Plantago_major

5.http://www.greathomeremedies.com/herbs/plantain.html

6.http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/10904143

7.http://www.ema.europa.eu/docs/en_GB/document_library/Herbal_-_List_of_references_supporting_the_assessment_report/2012/02/WC500123354.pdf

8. http://informahealthcare.com/journal/phb. Analgesic and Anti-inflammatory Activities of the Aqueous Extract of Plantago major L., Pharmaceutical Biology, Informa Healthcare.htm

9.http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2861812/

10.http://www.academicjournals.org/AJB African Journal of Biotechnology Vol. 8 (6), pp. 955-959, 20 March, 2009

11.http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0378874103001922

0 komentar: